Sunday, 21 February 2016

ANTISIPASI MERS SEBELUM UMROH




mers merupakan singkatan dari middle east respiratory syndrome corona virus. Virus ini adalah jenis baru dari kelompok corona virus (novel corona virus). merupakan salah satu jenis virus yang menyerang organ pernafasan yang bisa mengakibatkan kematian. Asal virus korona belum diketahui secara pasti, tapi para pakar menduga bahwa virus ini kemungkinan besar berasal dari unta yang tinggal di Arab Saudi dan sekitarnya. mers memang menular, tapi penularannya tidak semudah flu biasa. Virus penyebab mers umumnya menyebar melalui kontak langsung, misalnya pada orang yang merawat penderita mers tanpa menerapkan pencegahan penularan terhadap diri sendiri. Para pakar berpendapat bahwa ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk tertular MERS. Faktor-faktor tersebut adalah:

  • Usia. Para lansia lebih rentan terkena penyakit ini.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pada pengidap HIV.
  • Penyakit kronis, contohnya kanker, diabetes  atau penyakit paru-paru.
  • Pernah berkunjung ke Arab Saudi.

Orang yang sudah terinfeksi virus korona mungkin saja tidak mengalami gejala apa pun. Karena itu, lakukanlah pemeriksaan MERS secara dini untuk berjaga-jaga. Jika Anda mengalami demam serta gejala MERS dalam dua minggu setelah bepergian ke negara tersebut, segera periksakan diri Anda ke dokter.
Sering berada di dekat pengidap. Misalnya bagi petugas medis yang merawat pengidap di rumah sakit atau keluarga yang tinggal serumah dengan pengidap.

gejala yang dialami
ada beberapa hal yang bisa kita ketahui dalam rangka mengenali apa saja yang menjadi tanda-tanda orang terkena virus yang satu ini. Karena menyerang saluran pernafasan maka berikut tanda-tanda penyakit MERS antara lain adalah sebagai berikut :

  • Demam.
  • Batuk.
  • Sesak Nafas (nafas pendek).
  • Bersifat akut.

Karena tahap-tahap awal penyakit ini memiliki kemiripannya dengan gejala flu, MERS termasuk penyakit yang sulit dideteksi. Anda sebaiknya lebih waspada dengan segera memeriksakan diri jika mengalaminya.MERS dengan tingkat keparahan yang tinggi berpotensi memicu gagal organ, terutama ginjal, dan syok sepsis (zat racun virus ikut dalam peredaran darah ke seluruh tubuh yang memicu reaksi pembengkakan seluruh organ). Oleh sebab itu, pasien yang mengalaminya membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit.

Pengobatan untuk mers    
Hingga saat ini, belum ada metode pengobatan khusus yang bisa digunakan untuk mengatasi MERS. Vaksin untuk penyakit ini juga belum tersedia. Langkah penanganan dari dokter akan dilakukan berdasarkan gejala yang dialami oleh pengidap serta kondisi kesehatannya. Untuk itulah para jamaah haji Indonesia serta juga para tenaga kesehatan yang ikut serta untuk selalu menjaga kesehatan dan melakukan tindakan pencegahan akan penularan penyakit yang disebabkan oleh  corona virus yang disebut MERS ini ada beberapa metode pencegahan yang bisa Anda lakukan diantaranya:

  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Terutama sebelum makan atau menyentuh wajah.
  • Membersihkan dan mensterilkan permukaan atau benda yang sering disentuh banyak orang sesering mungkin. Contohnya, pegangan pintu atau telepon.
  • Menutup hidung maupun mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu dan langsung membuang tisu tersebut ke tempat sampah.
  • Jangan memakai peralatan yang sudah digunakan pasien, misalnya piring, sendok, atau handuk.

Semoga bermanfaat.

Saturday, 20 February 2016

WASPADAI PENYEBAB DAN PENGOBATAN KANKER PARU-PARU




kanker paru-paru adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali dalam jaringan paru-paru. Jika tidak segera diobati, pertumbuhan ini bisa menyebar ke luar paru-paru, menyerang jaringan di sekitarnya, lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya. Proses ini dinamakan metastasis. Penyakit ini adalah jenis kanker paling rawan kedua yang diderita oleh pria dan rawan ketiga di idap wanita di negara Singapura. Dan pria memiliki resiko sebanyak tiga kali lebih tinggi dibanding wanita. Kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang paling bisa dicegah. Paling tidak terdapat 80-90 persen kasus kanker paru-paru yang berhubungan dengan kebiasaan merokok. Meski begitu,bukan berarti setiap perokok akan terkena kanker paru-paru. Selain itu, orang yang tidak merokok juga berkemungkinan terserang kanker paru-paru, meski lebih rendah jumlahnya.Selain rokok, beberapa penyebab kanker paru-paru lain adalah menghirup arsenik, radiasi, dan polusi udara. Kanker paru-paru juga lebih umum terjadi pada orang yang sudah lanjut usia.

gejala kanker paru-paru.
Pada tahap awal, kanker paru-paru tidak menyebabkan gejala apa pun. Gejala hanya akan muncul ketika perkembangan kanker telah mencapai suatu tahap tertentu. Berikut ini adalah gejala-gejala utama yang akan dialami penderita kanker paru-paru. Segera temui dokter atau pergi ke klinik untuk memastikan diagnosis dari gejala yang dialami.

  • Batuk yang berkelanjutan dan bertambah parah, hingga akhirnya mengalami batuk darah.
  • Mengalami sesak napas dan rasa nyeri di dada.
  • Mengalami kelelahan tanpa alasan.
  • Pembengkakan pada muka atau leher.
  • Sakit kepala.
  • Sakit pada tulang, bisa pada bahu, lengan atau tangan.
  • Berat tubuh menurun.
  • Kehilangan selera makan.
  • Suara menjadi serak.
  • Kesulitan menelan atau sakit saat menelan sesuatu.
  • Perubahan pada bentuk jari, yaitu ujung jari menjadi cembung.

Untuk penderita yang telah mengalami kanker akut, gejala yang ditunjukkan pun lebih parah dan jelas, yakni rasa nyeri yang sangat di dada, sering merasakan kelelahan dan kesulitan bernafas ketika beraktivitas. Namun kadang juga ada yang memiliki tanda-tanda wajah yang membengkak karena faktor pembengkakan di pembuluh darah yang disebabkan oleh saraf yang tertekan sel tumor. Selain itu suara pengidap juga akan menjadi serak, berat badan yang semakin menurun dibarengi dengan nafsu makan yang menurun pula.

Penyebab kanker paru-paru

  • merokok kebiasaan buruk ini menjadi faktor penyebab terbesar penyakit kanker paru-paru. Sekitar 85 persen kasus kanker paru-paru diakibatkan karena merokok. Orang yang merokok memiliki resiko 10 sampai 30 kali lebih besar terkena kanker paru-paru.
  • resiko kerja tempat kerja atau lingkungan yang tidak sehat juga dapat memicu resiko penyakit ini. Lingkungan yang kurang sehat dapat berupa paparan asap rokok, asbes, arsen, radiasi, dan beberapa bahan kimia lainnya. Debu dan asap dari nikel, kromium, dan logam lainnya juga dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.
  • usia meskipun penyakit ini lazim dialami oleh orang dewasa, orang muda pun juga bisa mengalaminya. Seseorang dengan usia 40 tahun lebih mempunyai risiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru.
  • genetika kanker paru-paru juga bisa dipicu oleh faktor genetik. Jika Anda punya garis keturunan (orangtua, kakak, adik) yang pernah mengidap kanker paru-paru, Anda juga beresiko tinggi terkena terkena kanker paru-paru.

Pengobatan kanker paru-paru.
Bagi Anda yang mengalami gejala-gejala kanker paru-paru seperti batuk berkelanjutan, batuk darah, sesak napas, dan nyeri di dada sebaiknya segera menemui dokter.Deteksi dini terhadap kanker dapat meningkatkan keberhasilan proses pengobatannya.

  • stadium 1. Kanker masih berada di dalam paru-paru dan belum menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Besarnya tumor pada tahap ini masih di bawah 5 cm.
  • Stadium 2. Tumor  berukuran apa saja yang sudah menyebar pada bagian-bagian lain seperti kelenjar getah bening, rongga dada, diafragma, atau lapisan yang membungkus paru-paru. Selain itu, kanker juga tergolong stadium 2 jika telah berukuran lebih dari 5 cm.
  • Stadium 3. Pada tahap ini, ada sel kanker yang telah menyebar ke kelenjar getah bening yang berada jauh dari paru-paru atau tumor yang ada di paru-paru sudah sangat besar dan menyerang organ lain di dekat paru-paru 
  • Stadium 4. Kanker sudah menyebar ke paru-paru sebelah atau organ tubuh lain yang jauh dari paru-paru seperti otak dan hati, atau cairan yang mengandung sel kanker mungkin sudah muncul di sekitar jantung atau paru-paru.
Operasi pengangkatan kanker bisa dilakukan jika kanker hanya berada di satu sisi paru-paru dan belum menyebar. Selain itu, kondisi kesehatan penderita kanker paru-paru perlu diperiksa apakah memungkinkan untuk dilakukan operasi. Operasi pengangkatan kanker biasanya akan dilanjutkan dengan kemoterapi untuk melenyapkan sel-sel kanker yang tersisa.Untuk kanker yang telah menyebar, hanya radioterapi dan/atau kemoterapi yang bisa dilakukan. Selain itu, terapi biologis juga tersedia sebagai alternatif dari kemoterapi. Terapi biologis bertujuan untuk mengendalikan dan menekan perkembangan kanker. Semakin cepat pengobatan dimulai, maka semakin baik. Sebuah pengobatan mungkin dapat behasil jika dilakukan sedari awal.semoga bermanfaat.

Thursday, 18 February 2016

WASPADAI MATA MERAH




Mata yang merah mengindikasikan adanya masalah pada mata, bisa masalah ringan, bisa juga masalah serius yang memerlukan penanganan medis. Mata yang merah mungkin tidak perlu Anda khawatirkan apabila tidak disertai dengan rasa sakit atau perubahan dalam visi (penglihatan). Mata merah cenderung mengganggu saat berkomunikasi dengan orang lain. Bukan hanya berdampak saat berinteraksi dengan orang lain, mata merah juga terasa mengganggu bagi penderitanya karena biasanya disertai rasa sakit, perih, gatal, berair, atau bahkan bengkak sehingga membuat penglihatan menjadi samar.mata merah atau Konjungtivitis adalah peradangan selaput yang meliputi bagian depan mata atau konjungtiva dan menyebabkan mata berwarna kemerahan. Konjungtivitis awalnya hanya menjangkiti satu mata, namun biasanya setelah beberapa jam akan menjangkiti kedua mata.Konjungtivitis memiliki gejala seperti mata berair dan terasa gatal. Selain itu, jika konjungtivitis terjadi akibat alergi, terkadang muncul lapisan lengket pada bulu mata. 
Penyebab mata merah.
Penyebab mata merah yang paling sering adalah karena pembuluh darah pada permukaan mata meradang. Hal ini biasanya disebabkan karena iritasi akibat:

  • Udara yang panas/kering
  • Terpapar sinar matahari
  • Debu
  • Reaksi alergi
  • Influenza
  • Bakteri dan virus
  • Batuk.

Mata yang lelah atau Anda dalam kondisi batuk dapat menyebabkan suatu kondisi gangguan mata yang dikenal sebagai perdarahan subkonjungtival. Ketika ini terjadi, bercak darah akan muncul pada mata. Meskipun kondisi ini tampak serius, jika tidak disertai rasa nyeri, biasanya akan sembuh sendiri atau jernih kembali dalam waktu paling lama 10 hari.
gejala mata merah.
gejala konjungtivitis awalnya hanya menjangkiti satu mata, namun biasanya setelah beberapa jam akan menjangkiti kedua mata. Konjungtivitis memiliki gejala yang umum terjadi seperti berikut ini:Kelenjar menjadi terlalu aktif akibat peradangan, menyebabkan konjungtiva yang terdiri dari kelenjar-kelenjar kecil menghasilkan cairan lebih banyak dari biasanya, dan membuat mata menjadi berair.Pembuluh darah kecil yang ada di dalam konjungtiva menjadi lebar dan menyebabkan terjadinya peradangan, serta membuat mata menjadi berwarna kemerahan.Konjungtivitis dapat terjadi akibat alergi dan menyebabkan mata terasa gatal. Gejala-gejala lain, seperti hidung berair atau tersumbat dan bersin-bersin, juga dapat terjadi.Kelopak mata akan terasa perih dan menjadi kering jika Anda menderita alergi terhadap tetes mata atau biasa disebut dengan contact dermaconjunctivitis.Selain itu, ada juga konjungtivitis papiler raksasa (giant papillary conjunctivitis/GPC) yaitu alergi terhadap pemakaian kontak lensa. Gejala yang muncul bisa berupa bintik kecil di dalam kelopak mata bagian atas dan berkembang secara perlahan. Segera temui dokter jika mengalami konjungtivitis tipe ini karena bisa menimbulkan komplikasi yang sangat berbahaya. Kebanyakan kasus konjungtivitis tidak berbahaya dan tidak perlu dicemaskan, namun segera temui dokter jika mengalami gejala mata yang lebih parah seperti yang disebutkan di bawah ini.

  • Penglihatan terganggu.
  • Salah satu atau kedua mata berwarna sangat merah.
  • Mata terasa sakit.
  • Mengalami fotofobia atau sensitif terhadap cahaya.

komplikasi konjungtivitis yang dapat terjadi berdasarkan tipe konjungtivitis yang diderita.
Konjungtivitis infektif yang terjadi pada bayi yang baru lahir hingga usia 28 hari harus segera ditangani karena bisa menyebabkan kerusakan penglihatan permanen. Kebanyakan bayi yang terkena konjungtivitis infektif bisa sembuh total dan hanya sedikit yang mengalami komplikasi.Keratitis dapat terjadi akibat konjungtivitis yang menyebabkan kornea membengkak atau mengalami peradangan. Kondisi ini menyebabkan mata sensitif terhadap cahaya dan terasa sakit. Kebutaan bisa terjadi jika tukak muncul di kornea dan menyebabkan kerusakan permanen.Konjungtivitis bisa berlangsung selama beberapa bulan jika disebabkan oleh penyakit menular seksual, seperti chlamydia (klamidia). Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat konjungtivitis infektif:Jika bakteri masuk ke aliran darah dan menyerang jaringan tubuh, pasien bisa mengalami keracunan darah atau disebut dengan sepsis.Lapisan pelindung saraf tulang belakang dan otak, atau meninges, mengalami infeksi yang disebut dengan meningitis.25 persen anak yang menderita konjungtivitis akibat bakteri haemophilus influenzae terkena infeksi telinga bagian tengah.Permukaan kulit menjadi bengkak atau meradang dan terasa sakit akibat infeksi yang terjadi pada jaringan dan lapisan dalam kulit, atau disebut juga dengan selulitis. 
Pengobatan untuk mata merah.
Segera temui oftalmologis atau dokter spesialis mata jika gejala yang dialami cukup parah dan tidak kunjung sembuh. Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lanjutan mengambil sampel cairan kental dari mata yang terinfeksi untuk dianalisis.Berikut ini adalah beberapa kondisi parah yang memerlukan pemeriksaan lanjutan:

  • Kornea membengkak dan muncul luka terbuka atau disebut dengan keratitis.
  • Membengkaknya lapisan tengah mata yang menyebabkan sakit kepala, mata berair, dan terasa sakit. Kondisi ini disebut dengan iritis.
  • Menderita glaukoma akut yang menyebabkan munculnya tekanan pada mata dan rasa sakit.

Pemeriksaan oleh dokter spesialis mata harus segera dilakukan jika bayi yang baru lahir menderita konjungtivitis infektif. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan sendiri untuk mengatasi konjungtivitis

  • Kompres mata dengan kain yang dibasahi air dingin.
  • Hindari terpapar alergen.
  • Jangan memakai lensa kontak hingga gejala konjungtivitis hilang.
  • Agar gejala tidak memburuk, jangan menggosok mata walau terasa gatal.
Jika gejala mata merah disertai rasa sakit, mual, sakit kepala yang parah penglihatan terganggu atau mata menjadi sensitif terhadap cahaya, segera temui dokter. Bagaimanapun juga, jika kondisi ini tidak membaik selama beberapa hari, disarankan untuk menghubungi dokter mata untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.
Pencegahan mata merah.
Sebagian besar kasus mata merah dapat dicegah dengan cara selalu menjaga kebersihan dan menghindari iritan (zat yang menyebabkan iritasi) yang dapat menyebabkan mata merah. Beberapa hal yang perlu Anda lakukan adalah:

  • Cuci tangan Anda jika menyentuh seseorang yang sedang mengidap infeksi mata
  • Hilangkan semua make-up yang menempel pada wajah Anda setiap hari
  • Jangan memakai lensa kontak terlalu lama dari yang direkomendasikan
  • Bersihkan lensa kontak secara teratur
  • Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan mata lelah
  • Hindari zat yang dapat menyebabkan efek tidak menyenangkan pada mata Anda
  • Jika mata Anda terkontaminasi, segera basuh dengan air.
Semoga bermanfaat.

Tuesday, 16 February 2016

KANKER HATI DAN PENGOBATAN HERBAL




hati menjadi salah satu organ yang paling kompleks dalam tubuh manusia. Kanker hati dikategorikan sebagai penyakit serius akibat terhambatnya fungsi-fungsi hati tersebut, bahkan benar-benar menghentikannya.  Berikut ini adalah beberapa fungsi terpenting dari hati:
  • menghilangkan racun dari tubuh
  • mencerna protein dan lemak
  • memproduksi cairan penghancur lemak (empedu) yang membantu pencernaan
  • membantu mengontrol penggumpalan darah

Kanker hati adalah tipe kanker paling umum kelima di antara laki-laki dan ketujuh di antara wanita. Sekitar 85% kasus kanker hati di dunia terjadi di negara-negara yang masih berkembang. Penyebab tingginya kasus kanker hati di negara-negara yang masih berkembang adalah tingginya kasus hepatitis B dan C di negara-negara tersebut, termasuk di Indonesia. Terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan tumbuhnya HCC (kanker hati primer paling umum) yaitu infeksi kronis Hepatitis B, infeksi kronis Hepatitis C, dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Resiko bagi individual dengan infeksi kronis Hepatitis B untuk terkena HCC adalah 100x dari individu normal. Faktor lain yang menjadi resiko meliputi aflatoxin (racun yang ditemukan pada kacang yang berjamur, gandum, dan kedelai), kondisi yang diwariskan (misal haemochromatosis, defisiensi alpha-1 anti-trypsin) dan penyebab cirrhosis (luka sepanjang hati) seperti hepatitis autoimun atau primary biliary cirrhosis. Banyak kanker hati dapat dicegah melalui peran masyarakat dalam mengurangi paparan terhadap faktor-faktor resiko yang telah diketahui.

Penyebab kanker hati
Penyebab pasti kanker hati masih belum diketahui, tetapi penyakit ini diperkirakan berkaitan dengan kerusakan jaringan sel-sel hati, seperti penyakit hati sirosis. Penyakit sirosis dapat disebabkan oleh:
  • Penyalahgunaan alkohol – mengonsumsi minuman keras lebih dari jumlah yang direkomendasikan.
  • Obesitas dipercaya juga dapat meningkatkan risiko kanker hati karena berkaitan erat dengan penyakit perlemakan hati non alkoholik
Gejala kanker hati
Umumnya pengidap kanker hati stadium awal tidak merasakan gejala yang berarti. Gejala baru akan terlihat jelas pada stadium lanjut.  Meski demikian beberapa gejala berikut ini dapat diwaspadai sebagai gejala kanker hati:
  • merasa sangat lelah dan lemas
  • rine berwarna gelap
  • sakit perut
  • gGatal-gatal
  • organ hati membengkak
  • merasa mual dan muntah
  • turunnya berat badan tanpa sebab
  • kulit dan bagian putih mata yang menguning

Konsultasikanlah kepada dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas.

Pengobatan medis untuk kanker hati
Jika  Anda termasuk kelompok orang yang berisiko tinggi mengidap kanker hati seperti penderita sirosis, disarankan untuk melakukan pemeriksaan berkala setiap enam bulan sekali.Pemeriksaan biasanya melalui dua tahap, yaitu tes darah dan ultrasonografi (USG). Tes darah berfungsi untuk mendeteksi ada atau tidak adanya protein di dalam darah yang disebut alfa fitoprotein (AFP). Selain itu, ultrasonografi atau USG dilakukan untuk mengetahui kelainan pada organ hati.Ada beberapa tes yang dapat digunakan untuk mengonfirmasi diagnosis kanker hati, yaitu:
  • MRI scan
  • CT scan
  • Biopsi
  • Laparoskopi
meski demikian, Anda tidak perlu menggunakan semua jenis tes untuk memastikan diagnosis tersebut.Sistem peringkat Barcelona Clinic Liver Cancer (BCLC) membagi lima tahap perkembangan kanker hati sebagai berikut:
  • Stadium o: pasien masih dalam kondisi sehat serta hatinya berfungsi dengan baik, namun terdapat tumor berdiameter kurang dari 2 cm.
  • Stadium A: pasien dalam kondisi sehat dan hatinya berfungsi normal. Tapi telah tumbuh sebuah tumor berdiameter kurang dari 5 cm, atau terdapat tiga tumor atau lebih dengan diameter kurang dari 3 cm.
  • Stadium B: terdapat beberapa tumor dalam hati, namun belum berpengaruh pada fungsi hatinya.
  • Stadium C: kanker telah mulai menyebar ke dalam pembuluh darah, ke dalam nodus getah bening sekitarnya atau bagian tubuh yang lain. Tubuh sang pengidap tidak begitu sehat dan fungsi hatinya tidak bekerja dengan begitu baik.
  • Stadium D: si pengidap mulai menunjukkan gejala tahap akhir penyakit hati, seperti penumpukan cairan dalam perut. Hati telah kehilangan sebagian besar kemampuan fungsionalnya.
Stadium kanker menentukan jenis penanganan apa yang akan diberikan pada penderita. Jika kanker yang terdiagnosis sudah terlanjur pada kondisi stadium lanjut, perawatan hanya ditujukan untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan pasien selama sisa hidupnya. Tapi lain halnya jika kanker bisa terdiagnosis sebelum berkembang lebih parah, maka kondisi tersebut lebih memungkinkan untuk ditangani.Setidaknya ada tiga cara dalam mengobati kanker hati. Yang pertama adalah ablasi frekuensi radio, yaitu penggunaan sebuah perangkat listrik yang khusus digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker yang ada di organ hati. Kedua adalah operasi reseksi, yaitu proses pengangkatan bagian-bagian tertentu dari organ hati yang terinfeksi. Yang ketiga adalah transplantasi hati, yaitu mengganti organ hati penderita dengan organ hati dari pendonor. Semakin cepat penyakit ini terdiagnosis, semakin efektif penanganan yang diberikan.

ramuan herbal unutk kanker hati
keladi tikus.
Keladi tikus (Typhonium Flagelliforme/Rodent Tuber) juga telah diteliti sebagai tanaman obat herbal kanker hati yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker.Cara : Untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, tiga batang keladi tikus lengkap dengan daunnya (kurang lebih 50 gram) direndam selama 30 menit, tumbuk halus dan peras. Air perasan ini disaring lalu diminum.
air perasan temulawak
Air Perasan Temulawak Menurut Andrew Chevallier Mnimh, herbalis asal London, dalam temulawak terkandung curcumol dan curdione yang berkhasiat antikanker dan antitumor. Di Cina, temulawak telah lama digunakan sebagai obat herbal kanker. Tanaman ini bisa meningkatkan efek mematikan sel kanker ketika dilakukan radioterapi dan kemoterapi.
mengkudu.
mengkudu juga tengah populer sebagai tanaman herbal kanker hati yang manjur. Daging buah mengkudu atau pace (Morinda citrifolia L.) mengandung dammacanthel, zat antikanker yang mampu melawan pertumbuhan sel abnormal pada stadium prakanker dan dapat mencegah perkembangan sel kanker. Sari dari perasan dua atau tiga buah mengkudu dapat dibubuhi madu agar rasanya lebih nikmat. Sebaiknya pilihlah mengkudu yang tidak terlalu masak karena alkohol yang terbentuk akibat proses fermentasi pada mengkudu yang terlalu masak merusak zat-zat penting yang terkandung di dalamnya.
daun dewa.
Daun dewa (Gynura divaricata) juga merupakan tanaman yang telah dikenal sebagai tanaman herbal kanker hati atau antikanker.Cara : 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu putih, 30 gram jombang yang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya dapat digunakan dalam pengobatan penyakit kanker. Dapat pula menggunakan bahan lain seperti 30 gram daun dewa segar, 30 gram tapak dara segar, 30 gram rumput mutiara, 30 gram rumput lidah ular direbus dengan 1.000 cc air hingga tersisa 500 cc. Airnya disaring lalu tambahkan madu secukupnya, aduk kemudian diminum selagi hangat.
daun cermai .
Daun ceremai (Phyllanthus acidus) juga dapat dapat digunakan sebagai tanaman herbal kanker hati atau antikanker.Cara : Segenggam daun ceremai muda, sejumput daun belimbing, bidara upas sejari, gadung cina sejari dan gula aren direbus dengan tiga gelas air hingga tinggal segelas. Ramuan ini diminum tiga kali sehari masing-masing satu gelas.

beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah kanker hati:
  • Vaksinasi terhadap virus hepatitis B
  • Hindari mengkonsumsi bahan-bahan yang mengandung karsinogen hati, khususnya alkohol.
  • Hindari daging berlemak dan lemak hewani. Hindari kacang dan gandum berjamur.
  • Lakukan skrining secara regular bila Anda termasuk dalam kelompok dengan resiko kanker yang tinggi
Semoga bermanfaat.